Pages

November 2, 2018

Mengakrabi Bintaro dan Segala Isinya


Hai, rumahku (re: blogku)! Aku kembali lagi nih. Kangen gak sama aku? Kangen dong pasti heuhe.

Alhamdulillah, aku sudah lulus. Dan sekarang, mau tidak mau aku harus meninggalkan Bintaro. Kalau ada yang bertanya, "Sedih ga sih ninggalin Bintaro?" Aku pasti akan jawab, "Iya, aku sedih. Sedih banget."

"Kenapa?"

"Karena terlalu banyak sudut kenangan yang enggan untuk dilupakan."

Dimulai dari kosanku, saksi bisuku untuk me-time ketika aku lelah dengan riuhnya kehidupan di luar sana, tempatku menangis siang malam karena rindu yang menggebu, dan tempatku belajar agar bisa survive hingga kelopak mataku menjadi tebal karena tidak tidur.

Kemudian, keluar menuju Gang Jengkol, Kalimangso yang setiap Senin malamnya selalu ada pasar kaget. Tempat ini selalu ramai, kecuali ketika musim ujian. Sepi. Hanya beberapa mahasiswa yang datang. Warkop dan angkringan selalu menjadi andalan di Gang Jengkol ini ketika sedang ingin makan murah dan enak. Maju sedikit ke Gang Pocong, Kalimangso. Kukira awalnya di situ banyak pocongnya, ternyata bukan. Nama itu dibuat karena bentuk jalannya mirip pocong. Walaupun tidak ada pocongnya, tetap aja merinding kalau lewat situ malam-malam. Di jalan itu, pahaku pernah diraba dong sama orang yang sedikit ga waras. Huh! Kesal!

March 21, 2017

Katanya Mau Jadi...

Katanya mau jadi hamba yang selalu taat kepada Penciptanya?
Tapi bangun aja masih kesiangan.
Sholat juga masih nunda-nunda.
Baru tilawah dikit udah ngeluh capek.
Berdoa kayak nggak beneran berdoa.

Katanya mau jadi anak yang selalu membahagiakan kedua orang tuanya?
Tapi buat ngabarin orang tua aja jarang
Pas Ibu nelpon kamu bilangnya, "Bentar ya, lagi ngerjain tugas."
Pas adek minta video call, "Besok aja ya video callnya kalau hari Sabtu atau Minggu."
Terus kamu lupa. Sampe sekarang belum telpon balik, belum nge-video call balik.

Katanya mau jadi istri yang romantis buat suaminya?
Katanya mau jadi ibu yang luar biasa buat anak-anaknya?
Katanya mau jadi aktivis yang bermanfaat bagi sesamanya?
Katanya mau jadi pegawai yang membantu pemerintah buat memajukan negaranya?

Tapi
Kalau ke kampus senengnya mepet pas masuk jam kuliah.
Pulang dari kampus, eh kamarnya dibiarin berantakan.
Tumpukan cucian dibiarin udah kayak gunung.
Ngerjain tugas pun selalu H-1.
Ada jarkoman rapat males-malesan buat beranjak.
Ada artikel bagus buat dibaca, eh malah cuma numpang lewat aja.
Buku-buku di kamar pun nggak kerasa udah sampe banyak debunya.

Duh, Farida
Mana tanggung jawabmu?
Bangun kesiangan alasannya karena begadang nyelesein tugas, padahal tugas udah diberikan satu minggu yang lalu.
Mana tanggung jawabmu?
Tilawah dikit alasannya karena haus. Terus setelah minum ngga dilanjut tilawah lagi malah megang hp ngga jelas bukan apaan.
Mana tanggung jawabmu? 
Cucian numpuk alasannya karena hujan. Pas udah ngga hujan, alasannya ntaran aja deh biar sekalian nyucinya.

Ah, mau sampe kapan kamu kayak gini?
Kamu selalu nyalahin waktu yang terbatas
Padahal dia ngga salah apa-apa
Kamu aja yang belum bisa menggunakan waktu dengan baik

Coba deh.
Mulai saat ini, lakuin yang emang prioritasmu.
Jangan cuma luntang-lantung aja di kasur.
Jangan cuma scroll instagram dan scroll chat yang ngga jelas itu.


Bintaro, 21 Maret 2017
00.46

March 20, 2017

Luruskan Niat Dulu, Ya!

(1) "Sebelum mulai belajar, lurusin niat dulu ya. Kita di sini belajar Al-Quran untuk Allah, bukan karena pengin dikenal banyak orang atau biar dibilang suaranya merdu." - Mbak Kinan

(2) "Innamal a'malu binniyat. Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya. Kemarin saat wawancara, saya tanya kenapa mendaftar kepanitiaan ini? Banyak yang menjawab karena ingin menambah pengalaman dan teman. Sebenarnya nggak salah sih alasan seperti itu. Tapi, niat yang paling utama itu adalah karena Allah." - Mas (lupa namanya, hehe) yang ada di depan.

Tadi saya diingatkan oleh dua orang terkait dengan niat. Percakapan pertama, saat belajar tahsin. Percakapan kedua, saat first gathering panitia FOKRI Games.

Kemudian saya berpikir dan bertanya pada diri saya sendiri, "Apa niat awalmu ikut kegiatan yang ada di dalam kampus maupun di luar kampus? Masih terselip niat lain, kah? Misal, biar dikira orang sibuk? Biar terlihat keren baca Al-Qurannya di mata manusia? Biar tenar? Biar dapet sertifikat? Atau apa?"

Astaghfirullah.
Mulai sekarang, luruskan niatmu, Farida.
Semua hal yang kamu lakukan itu karena Allah.
Kalau niatmu udah baik, Insya Allah kamu pasti dapet hasil dan balasan sesuai dengan niat dan usahamu, kok.
Nggak percaya? Buktiin aja sendiri!


Bintaro, 20 Maret 2017
00.59

November 18, 2016

H A I
aku rindu
bagaimana denganmu?

November 17, 2016

Kelucuan dalam Pemilihan Ketua IKANAS

Siang itu (12/11/2016), saya dan teman-teman panitia Kongres IKANAS STAN 2016 yang berada di belakang kursi pun langsung bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Kami masih belum selesai mengunyah makan siang, tiba-tiba orang yang berada di paling depan menyebutkan bahwa berdasarkan musyarawah mufakat para pasangan calon, ditetapkan bahwa Ketua IKANAS STAN pada tiga periode ke depan adalah ini, ini, dan ini. Kemudian tidak lama setelah itu, ada salah seorang calon ketua maju ke depan dan menyatakan bahwa ia mengundurkan diri.

 
 
Saya yang memang buta sekali dengan yang namanya politik, akhirnya kepo juga.

Ini gimana sih? Kok bisa mengundurkan diri gitu? Ini kan ada empat pasangan calon, terus kenapa hasil musyawarah cuma dari mereka aja? Bukannya para delegasi hadir ke sini itu buat milih mereka ya? Lhah, terus gunanya kita nyiapin kotak suara buat apa ik? Mana semalem kita kan udah latihan buat pemungutan suara juga, udah ada denahnya kita  di mana, dan kita ngapain aja tugasnya. Terus, ini hasil kongres ternyata cuma kayak gini aja nih? Yaelah, serius ini lawak banget.